Kapolri: Media Sosial dengan Kebebasan Tidak Terkendali Berpontensi Menimbulkan Kerawanan Terhadap Kebhinekaan

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Polisi Tito Karnavian MA, Ph.D menyebutkan, bahwa pengguna media sosial dengan kebebasan yang tidak terkendali dapat membawa pengaruh yang buruk dan berpontensi menimbulkan kerawanan terhadap Kebhinekaan.

Hal tersebut disampaikan Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat menghadiri kegiatan diskusi bertema “Merangkai Indonesia dalam Kebhinekaan” yang digelar di Aula Latief Hadiningrat Kampus Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta Jalan Rawamangun Muka, Rawamangun, Pulogadung.

“Apabila terjadi kebebasan yang tanpa kendali dapat mengancam kebhinekaan,” ujar Kapolri dihadapan ratusan Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta.

Kapolri menjelaskan, saat ini ideologi-ideologi radikal sudah mulai masuk melalui media media sehingga opini publik sangat mudah diarahkan oleh aktor-aktor tertentu melalui media media sosial yang sangat berpontensi menimbulkan kerawanan terhadap kebhinekaan kita.

“Maka produk hukum harus antisipasif bukan responsif,” imbuh Kapolri seraya menjelasakan bahwa Undang-Undang ITE juga tidak dapat sepenuhnya menampung dan menjerat para pelaku kejahatan di media online.

Dalam diskusi ini, Selain Kapolri hadir juga Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo SH. Usai menggelar diskusi Rektor UNJ Prof. DR Jaali memberikan Cinderamata kepada Menteri Dalam Negeri dan Kapolri yang telah menjadi pembicara dalam diskusi tesebut.

[Zarkowi – Humas Polsek Pulogadung Polres Metro Jakarta Timur]

LEAVE A REPLY